Latest: Download Free Desktop Wallpapers of Chef Loony! | Series: AuthorRank? | Download MBT eBooks!

Jenis Ayat-ayat yang mutasyabih dan muhkam didalam al-qur'an

0 komentar

Macam-macam ayat yang mutasyabih didalam Al-Qur’an 

 

          Ayat-ayat yang mutasyabih yang ada didalam Al-Qur’an ada dua macam: 

 Yang pertama :

 Haqiqi ; yaitu apa yang tidak mungkin untuk diketahui manusia seperti apa kehakikian sifat-sifat Allah ‘azza wajalla, maka walaupun kita mengetahui arti dari sifat-sifat ini, akan tetapi kita tidak mengetahui kehakikiannya, dan bagaimana hal itu dilakukan. Karena Allah berfirman : [sedang ilmu mereka tidak dapat meliputi ilmu Nya {طه : 110 } ]. Dan firman Allah : [ Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedangkan dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dialah Yang Maha Halus, Maha Meneliti { الأنعام : 103 } ] Dan oleh karena itu ketika imam malik r.a ditanya oleh seseorang tentang firman Allah : [ yang maha pengasih bersemayam diatas ‘Arsy {طه : 5}], bagaimana Allah bersemayam ? maka imam malik menjawab : bersamayam bukanlah sesuatu yang tidak diketahui , bagaimana Allah bersemayam itu tidak bisa diterima akal, sedangkan beriman dengannya adalah wajib, dan orang yang bertanya tentangnya adalah bid’ah, dan ini adalah jenis yang tidak ditanya tentang penyelidikannya karena kesulitan penyampaian kepadanya.

 Jenis kedua : 

Nasbi ; yaitu apa yang menjadi ayat-ayat yang mutasyabihat bagi sebagian orang tidak dengan sebagian orang yang lain , maka menjadi sesuatu yang diketahui orang-orang yang dalam ilmunya dan tidak dengan selain daripada mereka, dan ini jenis yang ditanyakan tentang penyelidikannya dan penjelasannya, karena kemungkinan sampai kepada maknanya, jika tidak terdapat didalam Al-Qur’an sesuatu yang tidak dijelaskan maknanya untuk salah seorang manusia, Allah berfirman : [inilah (al-Qur’an) suatu keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang bertaqwa {اّل عمران :138 }] dan Allah berfirman : [Dan kami turunkan kitab (al-Qur’an) kepadamu untuk menjelaskan sesuatu {النحل : 89}] dan Firman Allah [apa bila kami telah selesai membacanya, maka ikutilah bacaannya itu (18) Kemudian sesungguhnya kami yang akan menjelaskannya (19) {القيمة : 18, 19}] dan firman Allah [wahai manusia sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu, (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al-Qur’an)]. Dan permisalan-permisalan jenis ini banyak, diantaranya firman Allah : tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Nya. Dan Dia yang Maha Mendengar, Maha Melihat {الشورى : 11}. Dimana ini menjadi ayat mutasyabih bagi orang-orang atheis, maka mereka berpaham darinya meniadakan sifat-sifat Allah Ta’ala, dan mereka menyeru bahwasanya ketetapannya memerlukan permisalan, dan mereka menentang tentang ayat-ayat yang menunjukkan ketetapan sifat-sifat bagi Allah, dan bahwasanya ketetapan yang sebenarnya itu tidak memerlukan permisalan. Dan diantaranya firman Allah ta’ala : Dan siapa yang membunuh seorang yang berimn dengan sengaja, maka balasannya ialah neraka jahanam, dia kekal didalamnya. Allah murka kepadanya dan melaknatnya serta menyediakan azab yang besar baginya {النساء : 93 }] dimana diserupakan atas orang-orang yang mengancam, maka mereka berpahaman dari ayat tersebut bahwasanya membunuh orang-orang mukmin sengaja kekal didalam neraka, dan mereka menjauhkan itu pada kebanyakan orang yang melakukan dosa-dosa besar, dan merea menentang tentang ayat-ayat yang menunjukkan bahwasanya semua dosa selain syirik maka dia dibawah kehendak Allah ta’ala. Dan diantaranya firman Allah Ta’ala : [Tidakkah engkau tahu bahwa Allah mengetahui apa yang ada dilangit dan di bumi ? sungguh, yang demikian itu sudah terdapat didalam kitab (lauh Mahfuz). Sesungguhnya yang demikian itu sangat mudah bagi Allah { الحج:70 } ], dimana ini menjadi ayat mutasyabih bagi aliran yang berpaham tidak adanya ikhtiar bagi manusia, maka mereka berpaham darinya bahwasanya seorang hamba dipaksa atas amalannya, dan mereka menyeru bahwasanya seorang hamba tidak memiliki kehendak dan kekuasaan atas amalannya, dan mereka menentang tentang ayat-ayat yang menunjukkan bahwa seorang hamba mempunyai kehendak dan kekuasaan, dan bahwasanya perbuatan seorang hamba ada dua macam : dengan kemauan sendiri dan bukan dengan kemauan sendiri. Dan orang-orang yang dalam ilmunya adalah orang yang pintar (berakal), mereka mengetahui bagaimana mengeluarkan ayat-ayat mutasyabihat ini kepada ma’na yang menjadi baik bersama ayat-ayat yang lainnya, maka tinggallah Al-Quran semuanya ayat-ayat muhkam tanpa ayat mutasyabih didalamnya. 

 

 Hikmah tentang membagi Al-Qur’an kepada muhkam dan mutasyabih 

        Jika Al-Qur’an seluruhnya muhkam maka akan hilang hikmah dari pengujian terhadap kepercayaan dan pengamalan untuk menampakkan maknanya, dan tiada ruang untuk mengambilnya, dan berpegang teguh dengan ayat-ayat yang mutasyabih untuk mencari fitnah dan mencari penafsirannya, dan jika Al-Qur’an seluruhnya berisi ayat yang mutasyabih maka akan hilang bentuk penjelasannya, dan petunjuk bagi manusia, dan kemungkinan untuk beramal dengannya, dan membangun aqidah yang selamat atasnya, Akan tetapi Allah Ta’ala dengan hikmahnya menjadikan darinya ayat-ayat yang muhkam, dikembalikan kepada ayat-ayat yang muhkam ketika ada ayat-ayat yang mutasyabih, dan selain itu ayat-ayat yang mutasyabih sebagai ujian bagi hamba-hamba, untuk meneliti kebenaran iman bagi siapa yang ada dihatinya kesesatan, maka sesungguhnya kejujuran iman mengetahui bahwasanya Al-Qur’an seluruhnya dari sisi Allah ta’ala, dan apa-apa dari sisi Allah maka dia adalah benar, dan tidak mungkin ia batil, atau bertentangan. Karena Allah berfirman : [ (yang) tidak akan didatangi oleh kebathilan baik dari depan maupun dari belakang (pada masa lalu dan yang akan datang) yang diturunkan dari Tuhan yg maha bijaksana dan maha terpuji {فصلت : 42 }] dan Allah berfirman : [sekiranya al quran itu bkn dri Allah, pastilah mrka menemukan byk hal yg bertentangan di dalamnya {النساء : 82 } ]. Sedangkan orang yang didalam hatinya terdapat kesesatan, dia mengambil dari ayat-ayat yang mutasyabih itu jalan untuk mengambil ayat yang muhkkam dan mengikuti hawa nafsu dalam keraguannya pada kabar-kabar dan kecongkakan tentang hukum-hukum , dan dengan ini didapatkan banyaknya orang-orang yang berpaling dalam aqidah dan amalan-amalan, mereka memprotes atas penyimpangan mereka dengan ayat-ayat mutasyabih ini.

Tidak ada komentar:

  • MBT Icons and buttons

    Icons and Buttons

    Our resources have been successfully downloaded over 10K times and found almost every where. Get yours!

  • choosing webhost for a blog

    Why HostGator?

    Learn Why we chose HostGator as our Web Host and find discount coupons to kick start your blog today!

  • SEO Settings for blogger

    ALL IN ONE SEO PACK 2012

    Learn every single SEO tip that will boost your blog's ranking and organic traffic. We got them all!

  • Blogger widgets and plugins

    Visit MBT's Blogger LAB

    Why not take a tour of all great Blogger widgets published so far? You Name it we have it!

  • become a six figure blogger!

    Become a SIX FIGURE BLOGGER

    Learn what it takes to become a successful entrepreneur and build a living online!